>

17 Januari 2013

Contoh Sertifikat PRAKERIN Untuk SMK

Untuk siswa siswi kelas XII TKJ SMK UNGGULAN NU, yang sekarang masih belum ada di sekolahan / masih di tempat prakerin, minta tolong untuk download file di bawah ini, file ini berisi sertifikat Prakerin kalian.(isi file sama seperti yang ada pada gambar)

Nanti kalian print di kertas Bufallo warna putih. Kalian edit tulisan-tulisan yang warna merah dan ganti dengan data kalian sebenarnya. terus minta tanda tangan pada pimpinan tempat kalian melakukan Prakerin.
Setelah itu bawa ke sekolah dan minta ditanda tangani + stempel Kepala Sekolah.
Untuk download file dibawah ini,Kalian bisa klik keterangan gambar di bawahnya.



 Click Download yg Tampak Depan :

 Click Download Tampak belakang :

File diatas terbagi dari halaman depan (Sertifikat) dan halaman belakang (Daftar Nilai). kalian download kedua-duanya dan kalian print pada satu kertas.
Selamat mendownload dan mencetak. Boleh Di Edit Sendiri hehe :)

12 Januari 2013

Kisah cinta seorang wanita yang selalu tersakiti

Gadis muda bernama Voni (nama samaran) ya, itulah panggilan ku… aku merasa hidupku tak seberuntung apa yang di rasakan oleh orang lain.. aku selalu di sakiti oleh pria, entah salah ku apa dan dimana aku tak tahu tapi kenapa harus aku yang mengalami ini semua,, aku merasa Tuhan tidak adil padaku, aku sebagai wanita  ingin di sayangi, aku ingin di perhatikan, tapi kenapa aku harus selalu di sakiti dan di khianati???

Pengalaman pertama ku yaitu waktu aku duduk di bangku kelas 1 SMK, dimana masa remaja mulai mempengaruhi diriku untuk meyukai seorang pria, awalnya aku tak tahu apa yang ku rasakan karena setiap kali ku melihatnya jantung ku selalu berdetak kencang, tapi salah satu temanku berkata kalau aku menyukai nya, atau mungkin bisa di bilang jatuh cinta,, Cinta? Ya cinta monyet J

Suatu ketika aku mulai dekat dengan dia dan hingga pada akhirnya dia menyatakan perasaannya pada ku,, jujur pengalaman pertama hatiku sangat berdebar kencang, sangat kencang dari yang sebelumnya tapi sekaligus senang hati berbunga-bunga.. Dimana pria itu menyatakan perasaannya padaku jatuh pada tanggal 08 August 2008,, jam 12 siang hari jumat ,ya 08-08-08 dimana angka ini melambangkan seperti rantai yang tak pernah putus, tapi apalah cinta ini hanya berakhir 2 bulan saja, dimana pada saat itu aku sedang merasakan cinta-cintanya pada dia, tapi apa boleh buat hubungan ku pada nya harus berakhir, aku tdk tahu apa salahku hingga dia berbuat seperti itu.. Tapi ya sudahlah itu sudah keputusannya…… Saat itu aku hanya bisa bersedih dan menangis..!! Mulai saat itu aku tidak berani dekat dengan yang nama nya pria karena aku gak mau pengalaman yang menyakitkan itu terulang lagi padaku..

Hingga beberapa bulan kemudian ada seorang pria mendekati ku, pria ini cukup dewasa karena dia sudah mempunya penghasilan sendiri,, dia mulai mendekati ku, tapi aku tidak mau member harapan atau aku meresponnya, karena aku tidak mau di sakiti lagi.! Setahunpun silam dia masih saja mendekatiku, walaupun aku sudah mencuekinya, tapi masih saja dia terus mendekatiku, hingga suatu saat dia menyatakan perasaannya padaku, dan di saat itu juga aku menolaknya dengan nada kasar dan mentah-mentah, tapi apa yang dia katakana padaku? “Aku akan menunggumu, walaupun keadaan seperti apapun” aku pikir itu hanya rayuan gombal saja, tapi ternyata aku salah,, lebih dari 2 atau 3 kali dia menyatakan perasaan nya padaku tapi terus saja ku tolak, hingga suatu saat entah keberapa kali pria ini menyatakan perasaan nya pada ku akhirnya luluh juga, ya aku mulai luluh, luluh karena kasihan karena selama ini ku tolak cintanya, tapi di saat itu sahabatku bilang “gak ada salahnya kalau di coba dulu, membri kesempatan pada orang gak  ada salahnya” aku pikir ada benarnya juga perkataan temanku itu.. Akhirnya aku cobalah untuk menerima dia, awalnya aku biasa-biasa saja denganya, tidak ada perasaan apapun terhadapnya tapi lama kelamaan aku mulai merasa nyaman sama dia hingga aku gak mau kehilangan dia, aku sayang sama dia dan begitupun sebaliknya. Setahun dia mendekati ku pada waktu aku duduk di bangku kelas 1 SMK, setahunpun berlalu hingga aku menduduki kelas 2 SMK, aku menilai pria ini sama dengan masalaluku tapi aku salah, dia lebih setia dan pengertian dari yang sebelumnya..

Di tahun ketiga tepatnya aku kelas 3 SMK aku mengalami sakit hingga aku harus di rawat selama beberapa hari. Dia menjenguku malah bukan hanya itu dia menemaniku semalaman untuk menjagaku,, di sini aku sangat senang karena di saat aku sedang sakit ada seorang yang ku sayang menemaniku, tapi entah kenapa papa tidak senang terhadapnya, melihat kejadian ini keadaan ku yang seharusnya membaik malah menjadi drop, di tambah aku melihat isi pesan di HP nya ada kata-2 dari mantan kekasihnya, aku sangat kecewa, marah dan sedih, kenapa di saat seperti ini dia melakukan hal yang tidak menyenangkan padaku… Mulai saat itu dan detik itu aku marah dg dia, aku usir dia dari kamar rumah sakit, meskipun dia menjelaskan padaku aku tetap tidak mau mempercayainya, bagiku dia sama saja dengan pria lainnya..

Satu minggu,, dua minggu aku baru memaafkannya, masalah satu sudah selesai, cuma masalah yang satunya saja belum terpecahkan yaitu kenapa papa tidak menyetujui hubungan ku? Padahal dia sangat baik terhadap ku dan keluargaku, hubungan ku sudah cukup lama dengan nya, sudah tiga tahun aku dekat dengan nya, aku pikir dia orang yang setia tapi kenapa papa tidak menyetujui ku.. demi papa aku coba menuruti keinginan nya, walaupun begitu tetap saja hati dan pikiran ku masih tertuju padanya, buatku gak gampang melupakan orang yang ku sayang, apalagi aku ini orang yg sulit untuk jatuh cinta, butuh waktu lama untuk ku mengenal orang tersebut..

Karena aku tidak bisa melupakannya aku menjalani hubungan backstreet padanya meskipun papa tidak tahu aku tetap saja membantah karena aku gak bisa kehilangan dia dan melupakan dia. Tapi sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga,, ya akhirnya papa mengetahui kalau aku balikan lagi sama dia, papa sangat marah pada ku tapi aku coba untuk terima ini semua dengan lapang dada. Mulai saat itu aku tidak lagi menjalani hubungan sama dia, meskipun rasa nya hati kecilku mengatakan lain, dan meskipun aku tidak bisa melupakannya aku harus tetap belajar demi menuruti kemauan papa…

Seminggu pun berlalu aku tanpa dia, sepertinya dia dengan mudah melupakan ku, ya.. aku lihat di facebooknya dia sedang dekat dengan wanita lain, meski hatiku sangat sakit karena aku masih mencintainya tapi aku berusaha untuk mencoba tetap tegar dan menerima semua ini dengan sabar.. Sebulan berlalu akhirnya dia jadian juga dengan wanita itu,, buatku tidak mudah melupakan cinta ini tapi kenapa dengan mudah nya dan dengan cepatnya dia mempunyai yang baru? Ku pikir dia cukup setia, tapi ternyata tidak.. Ya Tuhan,,, kenapa hidupku seperti ini… Kenapa orang yang ku sayang dengan cepatnya melupakan ku, setahun lebih aku baru bisa melupakan nya, memang tidak mudah untuk ku… Di pengalaman kedua ini aku berkomitmen untuk tidak mau kenal lagi dengan yang namanya pria karena buatku pria hanyalah seorang pengkhianat yang seenaknya menyakiti perasaan wanita, aku mulai menutup hati ku untuk semua pria hingga aku mendapatkan yg bner2 sayang dan terima aku apa adanya..

Singkat cerita beberapa lama aku bertemu dengan seorang pria, pria ini mulai mendekati ku hingga aku mulai belajar untuk membuka pintu hatiku,, tapi kenyataannya dia sama saja, tidak lebih dari seorang pengkhianat.. Dia telah membohongiku tapi untungnya kedekatan itu belum dekat sampai jauh lagi aku sudah tahu kalau ternyata dia sudah memiliki kekasih,, aku sakit hati banget, kenapa di saat aku mulai dekat dg pria, di saat aku mulai membuka hati ternyata dia seperti itu,,,?? Apa salahku hingga aku selalu di sakiti pria? Yang aku mau hanyalah di hargai, bukan di sakiti. Tuhan,,, kenapa harus aku???? Aku capek dengan ini semua, aku gak mau hidup seperti ini, kenapa pria2 dengan seenaknya memainkan perasaan ku? Aku tahu semua dia miliki, title, derajat, bahkan materi semua dia miliki, tapi apakah dia punya hati? Hidupku tiada hari tanpa bersedih, meskipun di luar aku terlihat ceria tapi sebenarnya itu hanyalah kebohongan, hatiku menangis..

Tapi walaupun begitu aku gak mau menyimpan dendam kemarahan sama dia, aku tetap mengasihi dia, walaupun hati ini masih terasa sakit tapi aku percaya Cuma kasih Yesus – lah yang dapat menyembuhkn luka ini, yang dapat ku lakukan hanya lah berdoa dan berdoa untuk orang yang sudah menyakiti ku karena pembalasan hanyalah milik Tuhan, aku percaya Tuhan itu setia dan adil, dan aku juga percaya mungkin belum saat nya Tuhan ngzinin aku buat dket sama cowok J tapi aku percaya janji Tuhan tuh Ia dan Amin, Tuhan akan menggenapi janji Nya hingga saatnya nanti tiba aku mendapatkan yg terbaik :D


4 Januari 2013

Ciri - Ciri Cowok Gamers

Ciri - Ciri Cowok Gamers :
1. Jarang keluar rumah (paling keluar ya ke warnet)
2. Jarang punya pacar (sibuk nge game)
3. Jarang sms an (sibuk ngechat sama Gamers)
4. Bersikap dingin sama cewek (cuek)
5. Kalaupun punya pacar , pasti jarang berduaan (sibuk nge game)

Tapi cowok Gamers itu :
• Gak manja
• Mandiri
• Banyak teman
• Jarang sedih
• Sekalipun punya pacar, pasti gak bakal selingkuh, dan setianya seperti setia sama game nya, karna jarang ketemu, sekali ketemu pasti kangen

Jadi..
Jangan asal menilai bahwa Gamers itu buruk.

^_^

21 Juli 2012

Tak Cukup Hanya Cinta

“Sendirian aja dhek Lia? Masnya mana?”, sebuah pertanyaan tiba-tiba mengejutkan aku yang sedang mencari-cari sandal sepulang kajian tafsir Qur’an di Mesjid komplek perumahanku sore ini. Rupanya Mbak Artha tetangga satu blok yang tinggal tidak jauh dari rumahku. Dia rajin datang ke majelis taklim di komplek ini bahkan beliaulah orang pertama yang aku kenal disini, Mbak Artha juga yang memperkenalkanku dengan majelis taklim khusus Ibu-ibu dikomplek ini. Hanya saja kesibukan kami masing-masing membuat kami jarang bertemu, hanya seminggu sekali saat ngaji seperti ini atau saat ada acara-acara di mesjid. Mungkin karena sama-sama perantau asal Jawa, kami jadi lebih cepat akrab.

“Kebetulan Mas Adi sedang dinas keluar kota mbak, Jadi Saya pergi sendiri”, jawabku sambil memakai sandal yang baru saja kutemukan diantara tumpukan sandal-sendal yang lain. “Seneng ya dhek bisa datang ke pengajian bareng suami, kadang mbak kepingin banget ditemenin Mas Bimo menghadiri majelis-majelis taklim”, raut muka Mbak Artha tampak sedikit berubah seperti orang yang kecewa. Dia mulai bersemangat bercerita, mungkin lebih tepatnya mengeluarkan uneg-uneg. Sebenarnya aku sedikit risih juga karena semua yang Mbak Artha ceritakan menyangkut kehidupan rumahtangganya bersama Mas Bimo. Tapi ndak papa aku dengerin aja, masak orang mau curhat kok dilarang, semoga saja aku bisa memetik pelajaran dari apa yang dituturkan Mbak Artha padaku. Aku dan Mas Adi kan menikah belum genap setahun, baru 10 bulan, jadi harus banyak belajar dari pengalaman pasangan lain yang sudah mengecap asam manis pernikahan termasuk Mbak Artha yang katanya sudah menikah dengan Mas Bimo hampir 6 tahun lamanya.

“Dhek Lia, ndak buru-buru kan? Ndak keberatan kalo kita ngobrol-ngobrol dulu”, tiba-tiba mbak Artha mengagetkanku. ” Nggak papa mbak, kebetulan saya juga lagi free nih, lagian kan kita dah lama nggak ngobrol-ngobrol”, jawabku sambil menuju salah satu bangku di halaman TPA yang masih satu komplek dengan Mesjid.

Dengan suara yang pelan namun tegas mbak Artha mulai bercerita. Tentang kehidupan rumah tangganya yang dilalui hampir 6 tahun bersama Mas Bimo yang smakin lama makin hambar dan kehilangan arah.

“Aku dan mas Bimo kenal sejak kuliah bahkan menjalani proses pacaran selama hampir 3 tahun sebelum memutuskan untuk menikah. Kami sama-sama berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja dalam hal agama”, mbak Artha mulai bertutur. “Bahkan, boleh dibilang sangat longgar. Kami pun juga tidak termasuk mahasiswa yang agamis. Bahasa kerennya, kami adalah mahasiswa gaul, tapi cukup berprestasi. Walaupun demikian kami berusaha sebisa mungkin tidak meninggalkan sholat. Intinya ibadah-ibadah yang wajib pasti kami jalankan, ya mungkin sekedar gugur kewajiban saja. Mas Bimo orang yang sabar, pengertian, bisa ngemong dan yang penting dia begitu mencintaiku, Proses pacaran yang kami jalani mulai tidak sehat, banyak bisikan-bisikan syetan yang mengarah ke perbuatan zina. Nggak ada pilihan lain, aku dan mas Bimo harus segera menikah karena dorongan syahwat itu begitu besar. Berdasar inilah akhirnya aku menerima ajakan mas Bimo untuk menikah”.

“Mbak nggak minta petunjuk Alloh melalui shalat istikharah?”, tanyaku penasaran. “Itulah dhek, mungkin aku ini hamba yang sombong,untuk urusan besar seperti nikah ini aku sama sekali tidak melibatkan Alloh. Jadi kalo emang akhirnya menjadi seperti ini itu semua memang akibat perbuatanku sendiri”

“Pentingnya ilmu tentang pernikahan dan tujuan menikah menggapai sakinah dan mawaddah baru aku sadari setelah rajin mengikuti kajian-kajian guna meng upgrade diri. Sejujurnya aku akui, sama sekali tidak ada kreteria agama saat memilih mas Bimo dulu. Yang penting mas Bimo orang yang baik, udah mapan, sabar dan sangat mencintaiku. Soal agama, yang penting menjalankan sholat dan puasa itu sudah cukup. Toh nanti bisa dipelajari bersama-sama itu pikirku dulu. Lagian aku kan juga bukan akhwat dhek, aku Cuma wanita biasa, mana mungkin pasang target untuk mendapatkan ikhwan atau laki-laki yang pemahaman agamanya baik”, papar mbak Artha sambil tersenyum getir.

23 November 2011

about my story

   Beberapa orang sahabat bertemu dan menceritakan kepadaku tentang kepahitan cinta. Tentang begitu tersiksanya mereka karena putus cinta. Seakan cinta merampas sebagian dari jiwa kebahagian yang mereka miliki. Bahkan yang lebih buruknya lagi cinta seakan menjadi makhluk yang menjijikan dan menakutkan, yang anehnya malah berteman dan menjadi intim dengan mereka.
    Tak ada yang bisa ku katatakan selain menyuruh mereka meninggalkan cinta yang memakan jiwa kebahagiaan itu. Melihat kenyataan bahwa dirinya tersakiti oleh cinta, bahkan lebih hampa dari tak memiliki cinta. Mereka menerima itu dan terlihat seakan semua masuk akal. Mereka menjadi lebih rasional! Namun semua seakan sandiwara yang tak berujung!
    Entah berapa kali air mata tertumpah bahkan sampai kering pula. Tangisanpun tak terdengar lagi, parau! Namun cinta bagai nafas. Cinta adalah air yang memberi kehidupan. Semakin sedih mereka dan menangis dihadapanku, semakin keras diriku menyuruh meninggalkan cinta itu, maka semakin lekat pula cinta itu. Seakan cinta, indah dan menyakitkan, menjadi makhluk yang dengan eratnya bercokol di dalam daging yang bernama hati. Bahkan telah menggerogoti hati dan hatipun berubah menjadi “cinta”! Tak ada daging tak ada darah, hanya cinta…
    Kini semua pengalaman yang mereka rasakan menjadikanku sebagai seorang mengerti bahwa jika berani menghidupkan api cinta, maka bersiaplah dengan kenyataan bahwa dirimu akan “terbakar”. Terbakar karena nikmatnya, dan hangus karena sakitnya. Namun semua seakan sambel yang pedis, yang mencabik-cabik lidah, namun tak akan membuat orang jera!
    Cinta membuat seseorang berkorban. Bahkan sanggup membuat seseorang mengeluarkan kekuatan supranaturalnya demi cinta. Cinta bahkan membingungkan? Bahkan begitu penuh rasa atau malah terasa hambar, entalah…!!!